Dulu pekerjaan seperti dokter atau arsitek memang banyak diminati dan dianggap bisa menghasilkan banyak uang. Tapi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, minat masyarakat mulai bergeser.

Pekerjaan seperti dokter dan arsitek tidak lagi jadi satu-satunya primadona, tapi banyak yang mengincar posisi sebagai seorang programmer ataupun developer.

Generasi zaman dahulu pun banyak yang tidak memahami apa itu programmer dan developer serta bagaimana cara kerjanya. Yang mereka tahu, seoranng programmer dan developer kebanyakan menghabiskan waktunya di depan komputer atau laptop.

Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah sih, sebab programmer dan developer memang bekerja menciptakan sebuah program menggunakan bahasa khusus yang hanya bisa dibaca oleh komputer ataupun laptop.

Untuk kamu yang sedang ingin belajar coding dan bercita-cita jadi programmer ataupun developer, coba deh kenali dulu bahasa pemrograman yang terkenal paling mudah berikut ini:

Python

Python bisa dibilang merupakan salah satu bahasa pemrograman tertua dan termudah  bagi para pemula. Phyton sendiri dikembangkan pada tahun 1980-an dan hingga saat ini masih bersifat open source alias bisa dipakai oleh siapa saja dengan gratis.

Meski sudah berumur, tapi Phyton masih mampu beradaptasi  dengan kebutuhan teknologi di masa ini. Dengan sifatnya yang dinamis dan object oriented, Phyton bisa digunakan untuk gaya pemrograman fungsional.

Kalau kamu tertarik dengan bahasa pemnrograman satu ini, ada banyak sekali tutorial yang bisa dijadikan panduan. Siapa tahu kamu nantinya bisa menciptakan aplikasi menggunakan Phyton, kan? Sebab hingga kini sudah banyak sekali aplikasi yang tercipta dari bahasa pemrograman ini seperti Instagram.

Ruby

Hampir mirip denga Phyton, Ruby juga termasuk salah satu bahasa pemrograman yang sangat bersahabat dengan para newbie. Bahkan menurut penciptanya, Yukihiro Matsumoto, Ruby akan bisa dikuasai dalam 20 menit saja melalui situs resminya.

Mudahnya memahami Ruby salah satunya disebabkan karena kamu tidak perlu menghafal dan mempelajari perintah baru untuk menggunakannya. Ruby tak hanya sama mudahnya dengan Phyton, tapi juga sama terkenalnya.

Hingga saat ini banyak aplikasi terkenal yang memakai Ruby sebagai bahasa pemrogramannya, misalnya saja Twitter. Ruby juga bisa dipakai sebagai pengembangan back end seperti yang digunakan oleh Airbnb.

JavaScript

Nama bahasa pemrograman satu ini pasti sudah tak asing di telinga kamu, bahkan kalau selama ini kamu sama sekali tak tahu menahu tentang coding.

YA, JavaScript memang bisa dibilang merupakan bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan untuk membuat situs dan juga aplikasi. Saat ingin belaajr menggunakan JavaScript, kamu juga tidak perlu menginstalnya lagi karena sintaks bahasa C dari JavaScript sudah ada di browser yang kamu gunakan.

Kalau kamu ingin mencoba untuk membuat website sendiri, JavaScript merupakan pilihan terbaik untuk saat ini. Hanya saja, JavaScript memang tidak semudah Phyton dan Ruby sehingga butuh lebih banyak waktu untuk menguasainya.

Untuk kamu yang buta tentang coding, belajar sendiri dengan 3 bahasa pemrograman tersebut bukan hal yang mustahil, kok. Apalagi saat ini sudah bertebaran tutorial gratis yang bisa kamu manfaatkan.